Angkot vs Ojek Online Saling Serang di Tangerang

Info Bocor. Tangerang - Angkot vs Ojek Online Saling Serang di Tangerang. Berawal dari aksi demo sopir Angkot (8 Maret 2017) di Kota Tangerang yang menunutut pemerintah untuk meninjau kembali legalitas Ojok Online sebagai saranana angkutan umum. Sopir angkot mulai resah atas kehadiran ojek berbasis aplikasi online. Kehadirian ojek online ini disinyalis sebagai biang merosotnya pendapatan mereka. Sopir angkot Kota Tangerang memaparkan bahwa mereka merasa dirugikan karena mereka yang benar-benar sah secara hokum dan terbuki setiap tahun diwajibkan perpanjangan trayek mereka.

Angkot vs Ojek Online Saling Serang di Tangerang
Angkot vs Ojek Online
Kejadain Angkot vs Ojek Online di Tangerang benar-benar menjadi sorotan media setempat hingga menyebar ke kota-kota besar di Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan keresahan semua warga khususnya di Kota Tangerang sebgai pengguna fasilitas umum jalan raya.

Pasca kejadian itu, kedua pihak dimediasi dan membuat kesepakatan perdamaian ungkap  Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan. Dilansir dari Detik News saat ini (9 Maret 2017) dari kedua belah pihak (Angot dan Ojek Online) saat ini telah menandatangani kesepakatan damai dan Bapak Wali kota pun turun tangan diatara kedua pihak yang saat ini masih terjadi ketengangan .

Surat pernyataan itu ditandatangani oleh Eddi Faisal, SH, selaku Ketua Organda Kota Tangerang dan Ferry Budhi alias Bang Maun selaku Pembina GoGrabber, di atas dua lembar meterai Rp 6.000. Surat itu juga ditandatangani oleh Wali Kota Tangerang H Arief Wiansyah, Kapolres Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan, dan Dandim 0506 Tangerang Letkol MI Gogor selaku pihak yang mengetahui.

Isi kesepakatan kedua belah pihak itu adalah:
  1. Masing-masing pihak menyadari bahwa kejadian tersebut adalah kesalahpahaman dan dinyatakan selesai secara kekeluargaan dan saling memaafkan.
  2. Masing-masing pihak bersedia menjaga keamanan Kota Tangerang. Apabila terdapat anggota yang melakukan tindakan anarkis, bersedia diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Adapun hasil mediasi ini adalah kedua belah pihak menjamin situasi ke depan di wilayah Kota Tangerang agar aman dan kondusif. Kedua pihak menyesali adanya kejadian tersebut dan menerima dengan jiwa besar.

"Kedua belah pihak juga akan menjalin hubungan yang baik ke depannya dengan saling menghormati dan menghargai," lanjutnya.

Harry menegaskan pihak kepolisian akan menindak tegas pelaku/provokator yang melakukan tindakan anarkis. Sedangkan pihak Pemkot Tangerang akan membantu pembiayaan bagi korban akibat kejadian tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah sopir angkot melakukan aksi demo pada Rabu (7/3) siang. Mereka menolak keberadaan ojek online.

Aksi itu sempat diwarnai kericuhan dan bentrokan antara sopir angkot dan ojek online. Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan peserta aksi. Malam ini situasi di lokasi kejadian cukup kondusif.

Komentar